Tidak ada jilbab yang "kurang suci" hanya karena modelnya berbeda atau karena pemakainya adalah seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak. Kesucian sejati ada pada hati dan amal perbuatan, bukan pada lipatan kain di dagu atau warna pastel pilihan.
Tidak jarang, obsesi terhadap keperawanan perempuan berjilbab juga menjadi pemicu kekerasan simbolik, seperti ketika seorang ustaz atau tokoh masyarakat mengumumkan di depan umum bahwa "jilbab adalah perisai kehormatan", yang secara implisit menyalahkan korban pelecehan seksual yang mengenakan jilbab. Padahal, banyak kasus menunjukkan bahwa pelaku kejahatan seksual tidak memandang pakaian korban. jilbab perawan