Hujan turun seperti kutukan. Di atap seng Pasar Lama yang bolong-bolong, air menetes membasahi laras-laras senapan yang dingin. Letnan Jaya menyembunyikan napasnya di balik bal karung goni bekas beras. Dari celah peti kayu, ia bisa melihat tiga truk tentara musuh berhenti tepat di pintu barat pasar. Lampu sorot mereka menyapu tembok-tembok yang masih berlumuran selebaran proklamasi kemerdekaan. “Mereka datang lebih cepat dari perkiraan,” bisik Sersan Karto di sampingnya, jari telunjuknya sudah di pelatuk. Jaya menggeleng pelan. “Kita tunggu sampai mereka masuk ke dalam. Biarkan pasar ini mengubur mimpi mereka selamanya.”
— kindly provide the author’s name, publisher, or year of publication. With that, I can help summarize its contents, analyze its historical context, and write a detailed review or study guide. Buku Merebut Kota Perjuangan.pdf
|Archiver|手机版|小黑屋|LED显示屏-九天科技
( 苏ICP备2023033520号|
苏公网安备32092102000181 )|网站地图
GMT+8, 2026-3-9 08:00 , Processed in 0.145294 second(s), 36 queries .
网站内容素材为用户发布,与本网站无关,如有侵权,请联系管理员删除!
Powered by Discuz! X3.5
© 2001-2023 Discuz! Team.